Selasa, 30 April 2013

Tentang Dia :*

Biarkan aku menulisnya, mengurainya menjadi makna-makna yang tersirat tanpa harus diucap...
Izinkan aku merangkainya, merajutnya menjadikan gambaran tentangnya...

Tuhan aku mencintaiMu, dan juga cintailah aku...
terima kasih telah mengasihiku dengan menghadirkan raga dan jiwanya untuk menerangi gelapku yang ada...
Izinkan aku mencintainya...

tanpa perlu kata...
tanpa perlu kuucap...
cukup pembiasan lakuku sebagai pengabdian kepadanya...
cukup caraku dengan aturanMu sebagai kasihku kepadanya...
cukup baktiku yang akan dirasanya dalam tiap langkah dan nafasnya...

Entah harus bagaimana lagi kuucap rasa syukurku untuk kuberikan padaMu dari hambaMu yang dhaif ini...
Jaga kami, dari fatamorgana dunia ini...
Jaga kami, dari sesatnya hati kami tanpaMu...
Ridhoi kami selalu dalam malam-malam dan siangMu...

PadaMu ku pinta segala...
padaMu ku pinta malaikat tanpa sayap,
dan kau hadirkan 3 diantara yang lain,
yang terbaik,
yang membawaku membelah pagi dan petang,
yang mengahantarkanku sampai detik usiaku kini,
Ayah, Ibu dan kamu...

Ayah & Ibu... Aku mencintaimu...
Love You always Honey Muslih Taufiqurrahman... :) :*


-yours-
(FDP,300413)







Kamis, 11 April 2013

My sweet moment

Semburat mega menenggelamkan singgasana pagi...
Masih bernyanyi dengan suara dan senyum yg dipaksakan hadiir...
benar" jengah dan berharap agar hari cepat berganti...
Namun saat senja bergulir dan bertukar dengan malam, nuansa berubah menjadi syahdu...
Aku tak pernah tahu tentang kebohongan yg manis...
Tapi hari ini aku mengenalnya...

pangeran itu hadir dengan kudanya,
tanpa ku tahu,
Ada kebohongan yg kurasa detik itu, waktunya untuk menunaikan kewajiban ia curi demi mengukir sedikit senyumku pada detik berikutnya....
Bukan, bahkan taburan kebahagiian yg sengaja dirangkum dalam ikatan manis yg ia sembunyikan sejak tadi...
"Sayang, selamat ulang tahun :)"

bingkisan kecil dengan pita dan bungkus nya yg berwarna merah muda...
tak ada kata yg ku ucap,
hanya uluran tangan yg menggengam kuat jemarinya,
Ku kecup punggung tangannya yg berlapis debu dan keringat, namun tak mengapa,
membayarnya dengan senyuman, dan..
"terima kasih sayaang... :)"

masih ada tempat lain,
Ia membawa pergi aku dengan kuda jantannya,
tanpa pelindung kepala,
mencoba melawan norma yg ada,
disitulah nikmatnya... :D
tak ada kata, hanya tawa renyah yg selalu kita dendangkan dalam perjalanan...
juga sedikit suara sumbang yg mencoba meniru penyanyi terkenal,

ternyata jamuan makan malam yg indah yg mungkin telah direncanakannya,
dengan istimewa,
dengan ketulusan,
tanpa harap balasan,
kecuali...
kelak Rabbana mempersatukan kami dalam ikatan suci secara pasti, suatu saat nanti...

Terima kasih cinta...
You're my best beloved M.T. :*

- Rabu, 100413, with love, FDP -

Senin, 08 April 2013

Mimpi

Inginnya ku cabut parang dengan garang,
tak berdaya, hanya mampu tumpahkan bulir demi bulir,
yang tak pantas disamakan dengan air,

Inginnya betahta di atas sana,
tapi reruntuhan itu dan puingnya masih tertinggal saja,
menyentuhnya pun tak kuasa,
bahkan angin tak sampai menghantarkan suara penuh harap,

andai semua nyata,
pelangi tak kan lagi telihat lebih indah,
andai semua terwujud,
maka tawa akan kuhadirkan selalu dalam sujud,

bermimpilah hingga Tuhan memeluk mimpimu,
hingga pada saat kau bangun,
Raja menyapamu dengan senyuman di tirai putih,
menghampirimu tanpa pedang dan mahkota suci....

-FDP, Senin, 080413-

Jumat, 05 April 2013

mual

mual...
ada yang mengaduk dengan sangat kejam di perutku,
kebiadaban apalagi yang kuperbuat pada tubuh ini,
hanya kuning yang kulihat,
oh, mungkin hanya selaksa cahaya pelangi yang memudar,
membias syahdu dalam khayal difikiranku...

mencoba bertahan,
dengan sedikit cengkraman kuat yang kuremas tanpa ampun,
tapi tak lama, rasa ini hilang, lenyap,
menyisakan muntahan yang tak tertebak bentuknya,
mengosongkan semua isi tubuhku,
hanya peluh yang kurasa mengalir tanpa ragu,
membasahi rambut dan telingaku...

cukup, aku hanya ingin berbaring sejenak,
merasakan pelukan hangat yang kau salurkan,
dengan sedikit kecupan dan belaian,
hingga ku tertidur pulas...

Sore ini

sore...
semburat jingga menguning di langit,
tebarkan cahaya redup yang sama seperti kemarin,
masih sendiri menahan gemetar dari riak air yang kusambangi...

berteriaklah sampai serak,
karena putri tak kan lagi membuka matanya,
walaupun ia tak pernah benar-benar tertidur,
dan jiwanya tak pernah benar-benar melebur...

inginnya ku sudahi semua gemuruh yang memecahkan keheningan,
hanya ingin diam, tenang tanpa gelegar,
terserah ombak mau menyapu pasir sedemikian rupa,
tak kan merubah haluanku untuk tetap menunggu jingga...

biar saja mata pisau membidik dengan sayatan,
hingga mengalirkan darah yang tak kenal lelah,
karena bosan hadir menghampiri tuan,
dalam balut kasih, tirai menutupi pandangan,
tapi genggamanmu selalu menuntunku menuju cahaya senja...

terima kasih pangeran,
terima kasih gemintang,
kaulah satu-satunya yang bernafaskan surga....

-fdp, Jumat, 050413-

Kamis, 04 April 2013

Mimpi

sungguh... tak bermaksud apatis...
hanya saja hidup yang mengajariku untuk kritis...
hingga kini semua terasa teriris...

jika saja dapat ku merajuk pada aroma hujan yang membasahi bumi,
aku hanya ingin hidup sekali lagi,
agar tak ada daun kering yang terjatuh dari pohon kehidupanku...

hai senja, aku berdiri di tapal batasku,
menengadahkan tanganku,
memeluk langit yang juga menaungimu...
apakah kita sama??

kapalmu telah berlayar jauh,
sementara tubuhku masih membeku dalam balutan humus,
sepertinya mati terasa lebih indah bagi mereka yang percaya surga itu ada,
aku ingin seperti mereka,
menjelajah tanpa batas,
melangkah tanpa beban berat yang menggantung di bahuku...

setidaknya aku ingin menyatu bersama samudra,
lepas...
meskipun mungkin pada akhirnya aku tenggelam,
setidaknya aku menemui dunia lain yang aku tahu hanya MIMPI...

-FDP, Kamis 040413-

Inginku

hanya ingin belari, sejauh mungkin...
tak peduli lagi dengan ilalang maupun ranting yang terinjak...
aku hanya ingin mencari nafasku...
hampir mati berada di sini...

dalam nestapa yang memuja sia-sia...
aku bersembunyi dari tawa riuh yang ada...
aku bersembunyi dari bayangku sendiri...
menutupi segala luka...
tanpa perban dikepala, atau kain suci membalut diri...

kiranya kesempatan itu ada,
sungguh takkan kubuang dan hempaskan,
mengendap disini laksana rumput teki rapuh yang terinjak,
ingin beranjak tapi akar terlalu kuat,

duhai malam yang panjang,
tak bisakah kau bawa aku keluar dari segala lelah ini...
aku ingin pergi menuju pelangi,
dengannya aku bisa menari tanpa henti,
dengannya aku bisa benyanyi tanpa harus sunyi

hanya itu inginku yang sederhana,
tak dapat jugakah kau terima???

-FDP, Kamis 040413-

Cinta di Ujung Jalan

setiap tetes air mataku, telah kuberikan untuk kisahku, mengerti tapi tak dimengerti, cintaku tlah diujung jalan... setiap kata dari bibirku, kadang tak sama dalam hatiku, tersenyum dalam hati menangis, cintaku tlah diujung jalan... aku sangat mengenalmu, aku juga cintaimu, tapi kau tak pernah ada pengertian, ku senang,ku sedih, kau tak mau tahu... aku sangat mengenalmu, dulu kau tak begitu, kau bintang di hatiku, jadilah yang kumau, ku senang,ku sedih, kau ada denganku... ku mengerti kau apa adanya, begitupun yang kumau darimu, kau tahu rasanya diabaikan, cintaku telah diujung jalan...